Featured

Pengertian Brand Equity

3:54:00 AM



            Definisi dari brand equity menurut Aaker (1991:7) adalah “Brand equity isa set of assets (and Liabilities) linked to a brandname and symbol, that adds to (or subtract from) the value provived by a product or servise to a form and or to that firm’s costumers” yaitu Brand Equity merupakan kumpulan dari sifat-sifat ataukomponen-komponen yang berhubungan dengan nama dari suatu merk dan symbol yang menambah nilai atau kegunaan yangdiberikan oleh produk atau jasa dari perusahaan dan atau dari konsumen perusahaan.
            Adapun komponen-komponen utama dari brand equity menurut Aaker (1996:8) adalah :
1.   Brand Awareness   
Berkaitan erat dengan kekuatan dari suatu brand didalam pikiran atau ingatan konsumen.
2.   Brand Loyality
Berkaitan dengan kesetiaan konsumen terhadap suatu merk tertentu. Biasanya jika konsumen sudah setia terhadap suatu merk tertentu, mereka akan susah untuk berpindah atau mencoba suatu merk tertentu lainnya
3.   Perceived Quality
Merupakan kualitas dari suatu merk produk yang dipersepsikan atau diharapkan oleh konsumen. Kualitas yang diharapkan oleh konsumen dari suatu merk biasanya adalah kualitas unggul.



      4.   Brand Association
Merupakan asosiasi yang tercipta didalam pikiran konsumen mengenai suatu brand. Biasanya asosiasi ini tercipta melalui packaging produk, bintang iklan yang digunakan maupun symbol yang digunakan.

Pengertian Brand Awareness

4:04:00 AM


Pengertian Brand Awareness
            Dalam membangun sebuah merk, langkah pertama yang harus dilakukan oleh pemasar yaitu merk tersebut harus dikenalkan dulu pada konsumen sehingga konsumen dapat mengetahui keberadaan merk tersebut dan dapat melekat dihati konsumen. Daya tahu atau daya kenal konsumen terhadap merk disebut brand awareness atau  kesadaran merk.
            Menurut Aaker (1997:90) mendefinisikan Brand Awareness sebagai berikut “Brand awareness is capability individual to know or back remember that brand is element from category speceial product will to wake remember effect them with respect this brand” yang artinya brand awareness merupakan kemampuan individu untuk mengetahui atau mengingat kembali bahwa suatu merk merupakan bagian dari suatu kategori produk khusus yang akan menimbulkan daya ingat mereka terhadap merk tersebut.
            Sedangkan menurut William F. Schoell dan Joseph P. Gultinan (1990:340) mendefinisikan brand Awareness sebagai berikut :”Brand awareness is the levels of awareness of a product in any person to be unrecognized, rejected, accepted, preffered or insisted upon” yang artinya brand awareness merupakan tingkat kesadran bagi stiap individu untuk tidak mengenali, menolak, menerima, menyukai atau menuntut terhadapo suatu produk.
            Dari definesi diatas dapat disimpulkan bahwa brand awareness adalah kemampuan seorang calon pelanggan atau konsumen untuk mengenali, menerima, atau mengingat bahwa suatu merk merupakan bagian dari kategori produk tertentu yang menimbulkan daya ingat mereka terhadap merk tersebut.

                        Tingkat Brand Awareness
            Brand Awareness menunjuk kepada kekuatan keberadaan merk yang ada di pikirankonsumen, menurut Aaker (1996:330) awareness dapat diukur pada level yang berbeda-beda, yaitu :
·         Recognition
Yaitu konsumen pernah mendengar atau mengetahui akan suatu merk dari suatu produk tertentu. Level ini merupakan level yang paling bawah dan biasanya didasarkan pada “ad aided test” dimana melalui survei responden yangdiberikan beberapa merk dari produk dan diminta untuk menyebutkan merk yang pernah mereka lihat atau kenal.
·         Recall
Yaitu konsumen mengetahui merk dari suatu produk tertentu. Level ini biasanya didasarkan pada “unaided recall test” dimana dalam test ini responden tidak dibantu dengan menyediakan nama-nama merk yang mereka tahu dan kenal untusuatu jenis  produk tertentu. Test ini menentukan posisi dan kekuatan suatu merk karena yang disebutkan responden merupakan nama merk.
·         Graveyard Statistic
Yaitu frekwensi penyebutan merk dari suatu produk tertentu oleh konsumen
·         Top of Mind
Yaitu konsumen menyebutkan merk dari suatu produk tertentu yang pertama diingatnya. Ini merupakan level yang paling dalam brand awareness diman nama merk tersebut mempunyai posisi paling tinggi dibangdingkan merk lain untu suatu jenis produk tertentu.
·         Brand Dominance
Yaitu konsumen hanya menyebutkan serta mengingatkan satu macam merk dari produk tertentu.
·         Brand Famialiarty
Yaitu merk tersebut cukup dikenal oleh konsumen.
·         Brand Knowledge of Salience
Yaitu konsumen mempunyai pendapat mengenai merk dari suatu produk tertentu.

Penyediaan Barang (Merchandising Assortment )

3:42:00 AM


Penyediaan Barang (Merchandising Assortment )
            Penyediaan barang merupakan perencanaan dan pengendalian barang dan jasa. Menurut Dunne, Lusch and Gable (1995:264) bahwa :
“Kelengkapan barang merupakan grup/kelompok produk yang sangat berkaitan karena diperuntukan untuk kegunaan akhir yang sama, dijual kepada kelompok konsumen yang sama dan jatuh dalam price range yang disesuaikan”.
Ada lima penentuan barang dagangan menurut Davidson Sweeney and Stamft (1988:347) :
1.      The Right Merchandise : maksudnya tipe dari model-model barang, styles, ukuran, merek, warna dan konsumen sasaran yang ingin diberikan.
2.      The Right Place : Maksudnya tidak hanya mengenai lokasi toko, tetapi juga barang yang harus dijual di masing-masing lokasi.
3.      The Right Time : Maksudnya tersedianya atau mudah didapatnya barang oleh konsumen ketika mereka ingin membeli.
4.      The Right Quantities : Maksudnya konsumen menginginkan pilihan tipe dari barang-barang yang akan dipergunakan dapat dipenuhi toko.
5.      The Right Prices adalah harga yang tepat dapat menarik konsumen dalam rangka persaingan. Bagi retailer harga yang tepat dapat menyebabkan kelayakan dari tingkat pengambilan investasi. Barry Berman, Joel R. Evans (2001:452) mengemukakan :
“Merchandising consist of the activities involved in acquiring particular goods and / or services and making them available at the places, times, and price and the quantity that enable a retailer to reach its goals ”
Merchandising merupakan aktivitas yang melibatkan pembelian barang dan jasa tertentu oleh penjual eceran dan menyediakannya pada tempat, waktu, harga dan dalam jumlahnya direncanakan yang memungkinkan penjual eceran untuk mencapai tujuannya”.

Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa merchandising merupakan perencanaan atau pengendalian dalam pembelian dan penjualan barang, tempat, waktu dan kuantitas yang tepat serta harga yang sesuai. Di dalam penyediaan barang (Merchandising) pejualan eceran harus menyesuaikan dengan harapan pasar sasarannya untuk memenuhi harapannya.

Nilai Brand Awareness

4:55:00 AM


Nilai Brand Awareness
            Menurut Aaker (1996:93), brand awareness dapat menciptakan suatu nilai melalui empat (4) cara yaitu :
1.      Anchor to with other association can be attached (jangkar tempat contelan asosiasi-asosiasi lain)
Suatu produk atau jasa layanan baru sudah pasti diarahkan untuk mendapatkan pengenalan. Lebih lanjut, pengetahuan mengenai berbagai dan manfaat dari produk adalah sulit tanpa pengenalan dahulu. Dengan tingkat pengenalan yang mapan, tugas selanjutnya tinggal mencantumkan suatu asosiasi baru, seperti suatu atribut produk.
2.      Familiarity/Liking (familiaritas atau rasa suka)
Maksudnya pengakuan terhadap suatu merk dapat membuat kesan yang akrab dengan merk tersebut dan berbagai persepsi mengenai merk yang berorintasi dengan brand awareness bias menimbulkan pengaruh yang besar bagi konsumen dalam membeli.
3.      Substansi/Commitmen (substansi atau komitmen)
Maksudnya kesdaran akan merk dapat menandakan keberadaan, komitmen dan inti yang sangat penting bagi suatu perusahaan. Jika kualitas dua merk sama, brand awareness akan menjadi factor yang menentukan dalam keputusan pembelian konsumen.
4.      Brand to Consider (mempertimbangkan merk-merk)
Maksudnya sebelum melakukan pembelian biasanya mereka diseleksi dahulu dari suatu kelompok merk-merk yang dikenal untuk mempertimbangkan merk mana yang akan diputuskan dibeli. Merk yang memiliki Top of Mind yang tinggi mempunyai nilai yang tinggi. Jika suatu merk tidak tersimpan dalam ingatan, merk tersebut tidak dipertimbangkan dibenak konsumen. Biasanya merk-merk yang disimpan dalam ingatan konsumen adalah merk yang disukai atau merk yang dibenci.

Pengertian Merk

3:43:00 AM



Merk mempunyai makna yang lebih luas ketimbang produk yang terus menerus bias diperbaharui dan digantikan hampir semua aspek demi mempertahankan relevansi merk dipasar. Merk berkaitan dengan cara konsumen merasakan dalam membeli barang-barang. Sebuah merk haruslah terdiri dari unsure fisik yang unggul, rasional dan daya tarik emosional serta berkepribadian jelas yang akan memberikan keuntungan nilai-nilai tersendiri bagi konsumen.
Merk adalah salah satu atribut yang penting dari sebuahproduk yang penggunaannya saat ini sudah sangat meluas. Sebuah merk yang sudah sukses di pasar harus mampu memberikan konsumen presepsi kualitas yang unggul. Hal tersebut haruslah dikelola secara konsisten dalam jangka waktu panjang agar suatu posisi atau kepribadian merk tersebut dapat terbangun.
Menurut Djaslim Saladin (2004:127) mendefinisikan merk sebagai berikut :
“Merk adalah nama, istilah, tanda, symbol atau rancangan atau kombinasi hal-hal tersebut, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari seorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing.”

Sedangkan menurut Stanton dalam Y. Lamarto (1996:35) mendefinisikan merk sebagai berikut :
“Merk adalah suatu produk yang tidak saja hanya berati nama dari produk tersebut, tetapi juga mencakup bentuk, desain, warna, logo yang dikombinasikansehingga membentuk suatu merk yang dapat menjadi tanda pengenal dari suatu produk.”

Berdasarkan berbagai pendapat tentang pengertian merk diatas penulis menyimpulkan bahwa merk merupakan suatu konsep mengenai nama, istilah, symbol, rancangan atau kombinasi yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa serta untuk membedakannya dari produk pesaing lainnya sehingga akan timbul persepsi daro konsumen mengenai produk yang ditawarkan.
Beberapa istilah yang berhubungan dengan brand atau merk menurut Kotler dalam Hendra Teguh dan Ronny A. Rusli (1997:70) sebagai berikut :
·         Nama Merk yaitu bagian dari merk yang dapat diucapkan.
·         Tanda merk yaitu bagian dari merk yang dapat dikenali tetapi dapat diucapkan sperti symbol, desain, penggunaan warna khusus atau huruf tertentu.
·         Merk dagang yaitu bagian darimerk yang diberi perlindungan hukum karena memiliki kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang istimewa. Tanda dagang ini melindungihak eksklusif penjual untuk menggunakan nama merk atau tanda merk.
·         Hak cipta yaitu hak eksklusif hukum untuk memproduksi kembali, menjual hasil karya tulis, karya musik dan karya seni.
Menurut Stanton dalam Y. Lumanto (1996:20) mengemukakan manfaat merk baik untuk konsumen maupun penjual atau produsen sebagai berikut :
a.   Bagi Konsumen
1.      Merk mempermudah konsumen mengidentifikasi dan mempersepsikan produk atau jasa.
2.      Merk bias membuat pembeli atau konsumen yakin akan memperoleh kualitas barang yang sama jika mereka membeli ulang.

b.   Bagi Penjual
1.      Merk mendorong penjual mengendalikan pasar mereka karena pembeli tidaj mau dibingungkan oleh produk yang satu dengan produk yang lainnya.
2.      Merk dapat menambah ukuran prestise untuk dibedakan dari komoditi biasa lainnya.
3.      merk dapat membantu penjual untuk membandingkan harga dua macam barang dengan merk yang berbeda.
4.      merk dapat membantu menbangun citra perusahaan.

Menurut Kotler dalam Hendra Teguh dan Ronny A. Rusli (1997:70), sebuah merk harus memliki ciri-ciri yang baik, yaitu :
      1.   Merk harus menyatakan sesuatu tentang manfaat produk.
Maksudnya pemasar harus mengetahui kegunaan produk yang diingat konsumen melaui merk.
2.   Merk harus mengidentifikasi suatu produk
      Maksudnya merk dapat menyatakan cirri dan kualitas suatu produk.
3.   Merk harus mudah diucapkan, dikenal dan diingat
            Maksudnya merk yang dibuat hendaknya sederhana, pendek dan hanya terdiri dari nama satu suku kata.
4.   Merk harus berbeda, khas dan unik
      Maksudnya merk dibuat harus berbeda, khas dan unik dengan merk lainnya walaupun produk yang dihasilkan sama pada perusahaan yang sama.
Powered by Blogger.