Featured

Fungsi Controller

6:46:00 AM


Fungsi Controller
Dari pengertian Controller di atas, jelas terlihat bahwa Controller memegang bermacam-macam fungsi dalam perusahaan. Fungsi Controller terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Bahkan sampai saat ini perkembangan itu masih terus berlanjut sehingga terdapat banyak definisi yang luas mengenai fungsi Controller. Fungsi perencanaan dan pengendalian merupakan fungsi utama Controller yang dijelaskan oleh Horngren (1993,13) sebagai berikut :
“The Controller is a key executive who aids managerial planning and control throughout the company’s subdivisions.”
Fungsi-fungsi dasar “Controllership” menurut Wilson dan Campbell yang dialihbahasakan oleh Tjintjin Fenix Tjendera (1996,12) adalah sebagai berikut :
“1.   Fungsi Perencanaan
2.      Fungsi Pengendalian
3.      Fungsi Pelaporan
4.      Fungsi Akuntansi
5.      Tanggung Jawab lainnya”

Fungsi-fungsi dasar tersebut di atas dijelaskan sebagai berikut:
1.      Fungsi Perencanaan
Menetapkan dan memelihara suatu rencana operasi yang terintegrasi sejalan dengan sasaran dan tujuan perusahaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, menganalisis, merevisi, (bila perlu), mengkomunikasikan kepada semua tingkat manajemen, serta menggunakan sistem-sistem dan prosedur yang cocok
2.      Fungsi Pengendalian
Mengembangkan dan merevisi norma-norma (standar) yang memuaskan sebagai ukuran pelaksanaan dan menyediakan pedoman serta bantuan kepada para anggota manajemen yang lain dalam menjamin adanya penyesuaian hasil pelaksanaan sebenarnya terhadap norma atau standar

3.      Fungsi Pelaporan
Fungsi pelaporan berhubungan erat dengan fungsi perencanaan dan fungsi pengendalian Dalam fungsi pelaporan, Controller menyusun, menganalisis, dan menginterpretasikan hasil-hasil keuangan untuk digunakan oleh manajemen dalam proses pengambilan keputusan, mengevaluasi data dalam hubungannya dengan tujuan satuan organisasinya, menyiapkan, dan menyampaikan, berkas-berkas laporan ekstern yang diperluan untuk memenuhi permintaan instansi pemerintah, para pemegang saham, institusi keuangan, para pelanggan, dan masyarakat umum.
4.      Fungsi Akuntansi
Mendesain, menetapkan, dan memelihara sistem Akuntansi Keuangan dan biaya pada semua jenjang perusahaan, termasuk untuk perusahaan secara menyeluruh, per divisi, per pabrik, dan per satuan untuk dapat mencatat secara wajar semua transaksi, keuangan dalam pembukuan agar sesuai dengan prinsip-prinsip Akuntansi yang sehat disertai dengan pengendalian intern yang memadai.
5.      Tanggung Jawab lainnya
Mengelola dan mengawasi fungsi-fungsi, misalnya, fungsi perpajakan, termasuk saling berhadapan, dengan instansi pajak; memelihara hubungan yang sesuai, dengan auditor intern dan auditor ekstern; mengadakan dan menata program-program asuransi; mengembangkan program penyiapan catatan; membentuk program mengenai hubungan dengan para investor dan dengan masyarakat umum; serta mengarahkan fungsi-fungsi lain yang telah dilimpahkan.

Manfaat Analisis Biaya Pemasaran

9:29:00 AM


Manfaat Analisis Biaya Pemasaran
Manfaat analisis biaya pemasaran, seperti yang dikemukakan oleh Wilson dan Campbell (1996,294), adalah sebagai berikut :
1.      Penentuan besarnya biaya
Dengan dilakukannya analisis biaya pemasaran maka besarnya biaya untuk tiap fungsi pemasaran akan lebih adil dan teliti.
2.      Pengendalian biaya pemasaran
Dengan dilakukannya analisis biaya pemasaran, biaya-biaya pemasaran yang dikeluarkan dapat didistribusikan pada setiap fungsi pemasaran, sehingga pengendalian atas biaya-biaya tersebut lebih mudah dilakukan dan juga setiap pusat laba dapat dianalisis kemampuannya dalam menghasilkan laba.
3.      Perencanaan dan pengarahan usaha pemasaran
Dengan dilakukannya analisis biaya pemasaran maka dapat diperoleh informasi yang diperlukan oleh bagian pemasaran untuk merencanakan dan mengarahkan usaha atau kegiatan pemasaran

Langkah-langkah Pengendalian Biaya Pemasaran

5:57:00 AM


   Langkah-langkah Pengendalian Biaya Pemasaran
Wilson dan Campbell (1996,8) memberikan rerangka dasar pengendalian secara umum sebagai berikut :
“1.  Penetapan Standar
2.      Pengukuran Pelaksanaan
3.      Evaluasi Penyimpangan
4.      Rekomendasi Perbaikan
5.      Follow Up”

Berdasarkan rerangka dasar pengendalian tersebut diatas, maka langkah-langkah dalam pengendalian biaya pemasaran yang dikemukakan oleh Supriyono (1992,201), adalah sebagai berikut :
1.      Menyusun anggaran biaya pemasaran sebagai standar perbandingan. Dalam menyusun anggaran biaya pemasaran, biaya-biaya didistribusikan secara fungsional. Selain itu juga, dalam menyusun anggaran biaya pemasaran perlu memperhatikan besarnya anggaran penjualan yang diharapkan akan dicapai oleh perusahaan;
2.      Mengumpulkan dan mencatat biaya-biaya pemasaran yang sebenarnya terjadi dan membandingkannya dengan anggaran biaya pemasaran yang telah ditetapkan sebagai standar perbandingan;
3.      Mencari dan mengevaluasi sebab-sebab terjadinya penyimpangan atau perbedaan antara biaya pemasaran yang sebenarnya dengan biaya pemasaran yang dianggarkan (dalam rupiah maupun dalam persentase)
4.      Memberikan rekomendasi-rekomendasi untuk memperbaiki penyimpangan-penyimpangan yang terjadi
5.      Menindaklanjuti dengan senantiasa berrkomunikasi dengan pihak-pihak terkait.

Pengertian Pengendalian

8:38:00 AM


   Pengertian Pengendalian
Matz, dkk (1991,4) mendefinisikan pengendalian sebagai berikut :
“Control is management’s systematic effort to achieve objectives by comparing performance to plans and taking appropriate action to correct important differences”.

Jadi pengendalian adalah pengukuran prestasi pelaksanaan dengan membandingkan hasil sesungguhnya yang dicapai dengan suatu tolok ukur atau standar yang telah ditetapkan.
Menurut Anthony dalam bukunya yang dialihbahasakan oleh Agus Maulana (1992,5) definisi pengendalian adalah sebagai berikut :
“Pengendalian adalah proses mengarahkan sekumpulan variable untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya”.
Jadi pengendalian merupakan konsep yang luas yang berlaku untuk manusia, benda, situasi, dan organisasi. Dalam organisasi, pengendalian meliputi berbagai proses perencanaan dan pengendalian.
Wilson dan Campbell (1995,301) mengemukakan pendapatnya tentang pengertian pengendalian adalah sebagai berikut :
“The control of sales invoices required analysis, review and study of policies, procedures, methods, and actual performance to secure the desire sales volume, at a reasonable cost, that produce those gross margin needed to achieve the expected return on investment.”

Jadi pengendalian adalah pengukuran prestasi pelaksanaan dengan membandingkan hasil sesungguhnya yang dicapai dengan suatu tolok ukur atau standar yang telah ditetapkan. Pengendalian menyangkut pengambilan tindakan yang segera dilakukan sebelum kesalahan atau penyimpangan berkembang menjadi kerugian besar.
Controller, akan mengidentifikasi dan menganalisis penyimpangan yang terjadi dan mengkomunikasikan penyebab terjadinya penyimpangan yang merugikan beserta saran-saran perbaikan kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab sehingga efektivitas penjualan dapat tercapai.

Kualifikasi Controller

8:55:00 AM


Kualifikasi Controller
Sebagai seorang pimpinan eksekutif yang memegang peranan penting dalam perusahaan, maka Controller harus memenuhi kualifikasi tertentu agar dapat bekerja dengan efektif. Menurut pendapat Wilson dan Campbell yang dialihbahasakan oleh Tjendera (1996,21) dalam buku “Controllership” – Tugas Akuntan Manajemen, seorang Controller yang efektif harus memiliki kualifikasi sebagai berikut :
“1. Dasar Teknis yang sangat baik dalam akuntansi dan akuntansi biaya, disertai suatu pengertian dan pengetahuan yang menyeluruh mengenai prinsip-prinsip akuntansi.
2.   Pemahaman terhadap prinsip-prinsip perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian
3.   Pemahaman umum mengenai jenis industri perusahaan dan pemahaman terhadap kekuatan sosial, ekonomi dan politik, yang terlibat.
4.   Pemahaman yang mendalam mengenai perusahaan, termasuk teknologi, produk, kebijaksanaan, tujuan, sejarah, organisasi dan lingkungannya.
5.   Kemampuan untuk berkomunikasi dengan seluruh tingkat manajemen dan suatu pemahaman dasar terhadap masalah fungsional lainnya yang berhubungan dengan teknik, produksi, pembelian, dan pemasaran”.
6.    Kemampuan untuk menyatakan ide dengan jelas, secara tertulis ataupun dalam penyajian yang informatif.
7.    Kemampuan menggerakkan orang lain untuk mencapai tindakan dan hasil yang positif.

Jadi selain diharapkan memiliki kemampuan teknis dalam bidang akuntansi, seorang Controller harus juga memiliki integritas dan kemampuan untuk berkomunikasi serta menyatakan ide dengan jelas agar fakta-fakta yang disajikannya dapat dimengerti dan berguna dalam pengambilan keputusan.
Powered by Blogger.