Featured

Pengertian Produktivitas

6:19:00 AM


Pengertian Produktivitas
Produktivitas berkaitan erat dengan kesediaan karyawan untuk bekerja lebih giat, titik sentrisnya adalah kesediaan untuk bekerjasama yang merupakan suatu hal yang tidak untuk dipaksakan, walaupun cara paksaan dapat digunakan namun hasil kerja tidak akan ada peningkatan karena pada dasarnya manusia tidak senang dipaksa dan bila hal ini terjadi manusia tidak akan tinggal diam.
Untuk memperjelas pengertian produktivitas, di bawah ini akan dibahas beberapa definisi menurut para pakar.
Basu Swastha D.H. dan Ibnu Sukotjo (1995 : 258) dalam bukunya yang berjudul Pengantar Bisnis Modern mengemukakan :
“Produktivitas kerja adalah suatu konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil (jumlah barang dan jasa yang diproduksi) dengan sumber (jumlah tenaga kerja, modal, tanah, energi) yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut”.

Menurut Malayu S.P. Hasibuan dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia, Dasar dan Kunci Keberhasilan (1994:10) memberikan pengertian sebagai berikut :
“Produktivitas kerja adalah perbandingan antara output dan input dimana outputnya harus mempunyai nilai tambah, dan teknik pengerjaannya yang lebih baik. Produktivitas biasanya dihitung seperti indeks, sebagai rasio antara output dengan input”.

Sedangkan M. Sinungan dalam bukunya berjudul Produktivitas, Apa dan Bagaimana (1995 : 17) memberikan pengertian produktivitas sebagai berikut :
“Produktivitas adalah suatu pendekatan interdisipliner untuk menentukan tujuan yang efektif, pembuatan rencana, aplikasi pembuatan rencana yang produktif untuk menggunakan sumber-sumber yang efisien dan tetap menjaga adanya kualitas yang tinggi”.

Dari beberapa definisi di atas, pada umumnya para ahli berpendapat bahwa produktivitas merupakan perbandingan antara hasil yang diperoleh dengan sumber yang digunakan untuk menghasilkan barang produk/jasa dan hasil tersebut mempunyai nilai tambah.

Pengukuran Produktivitas

4:08:00 AM


Pengukuran Produktivitas
Pada perusahaan pengukuran produktivitas digunakan sebagai sarana manajemen untuk menganalisa dan mendorong efisiensi produksi. Manfaat yang didapat terlihat pada penempatan perusahaan yang tetap seperti dalam menentukan target/sasaran tujuan yang nyata, pertukaran informasi antara tenaga kerja dan manajemen yang berjalan lancar terhadap masalah-masalah yang saling terkait, selain itu keuntungan praktis yang didapat adalah pembayaran karyawan akan lebih adil sesuai dengan prestasi kerjanya.
          Untuk mengetahui secara umum pengukuran produktivitas menurut Rusli Syarif dalam bukunya berjudul Produktivitas adalah sebagai berikut :
P = (Output)/(Input)
Dimana :
P = produktivitas
Dimana bentuk pengukurannya dilakukan dengan pengukuran output dan pengukuran input. Ukuran output dinyatakan dalam bentuk antara lain :
1.    Jumlah satuan fisik produk/jasa
2.    Nilai rupiah produk/jasa
3.    Nilai tambah
4.    Jumlah pekerjaan/kerja
5.    Jumlah laba kotor
Sedangkan ukuran input dinyatakan dalam bentuk antara lain :
1.    Jumlah waktu
2.    Jumlah tenaga kerja
3.    Jumlah jam orang (man hour)
4.    Jumlah biaya tenaga kerja
5.    Jumlah jam mesin
6.    Jumlah biaya penyusutan dan perawatan mesin
7.    Jumlah material
8.    Jumlah biaya material
9.    Jumlah seluruh biaya perusahaan
10.  Jumlah luas tanah 
Jadi untuk mengetahui meningkat atau menurunnya nilai produktivitas pada suatu perusahaan, salah satu caranya dapat menggunakan pengukuran seperti rumus yang dikemukakan di atas sekaligus dengan bentuk-bentuk pengukuran produktivitasnya.

Tingkat Brand Awareness

5:35:00 AM


                        Tingkat Brand Awareness
            Brand Awareness menunjuk kepada kekuatan keberadaan merk yang ada di pikirankonsumen, menurut Aaker (1996:330) awareness dapat diukur pada level yang berbeda-beda, yaitu :
·         Recognition
Yaitu konsumen pernah mendengar atau mengetahui akan suatu merk dari suatu produk tertentu. Level ini merupakan level yang paling bawah dan biasanya didasarkan pada “ad aided test” dimana melalui survei responden yangdiberikan beberapa merk dari produk dan diminta untuk menyebutkan merk yang pernah mereka lihat atau kenal.
·         Recall
Yaitu konsumen mengetahui merk dari suatu produk tertentu. Level ini biasanya didasarkan pada “unaided recall test” dimana dalam test ini responden tidak dibantu dengan menyediakan nama-nama merk yang mereka tahu dan kenal untusuatu jenis  produk tertentu. Test ini menentukan posisi dan kekuatan suatu merk karena yang disebutkan responden merupakan nama merk.
·         Graveyard Statistic
Yaitu frekwensi penyebutan merk dari suatu produk tertentu oleh konsumen
·         Top of Mind
Yaitu konsumen menyebutkan merk dari suatu produk tertentu yang pertama diingatnya. Ini merupakan level yang paling dalam brand awareness diman nama merk tersebut mempunyai posisi paling tinggi dibangdingkan merk lain untu suatu jenis produk tertentu.
·         Brand Dominance
Yaitu konsumen hanya menyebutkan serta mengingatkan satu macam merk dari produk tertentu.
·         Brand Famialiarty
Yaitu merk tersebut cukup dikenal oleh konsumen.
·         Brand Knowledge of Salience
Yaitu konsumen mempunyai pendapat mengenai merk dari suatu produk tertentu

Pengertian Brand Awareness

3:34:00 AM


Pengertian Brand Awareness
            Dalam membangun sebuah merk, langkah pertama yang harus dilakukan oleh pemasar yaitu merk tersebut harus dikenalkan dulu pada konsumen sehingga konsumen dapat mengetahui keberadaan merk tersebut dan dapat melekat dihati konsumen. Daya tahu atau daya kenal konsumen terhadap merk disebut brand awareness atau  kesadaran merk.
            Menurut Aaker (1997:90) mendefinisikan Brand Awareness sebagai berikut “Brand awareness is capability individual to know or back remember that brand is element from category speceial product will to wake remember effect them with respect this brand” yang artinya brand awareness merupakan kemampuan individu untuk mengetahui atau mengingat kembali bahwa suatu merk merupakan bagian dari suatu kategori produk khusus yang akan menimbulkan daya ingat mereka terhadap merk tersebut.
            Sedangkan menurut William F. Schoell dan Joseph P. Gultinan (1990:340) mendefinisikan brand Awareness sebagai berikut :”Brand awareness is the levels of awareness of a product in any person to be unrecognized, rejected, accepted, preffered or insisted upon” yang artinya brand awareness merupakan tingkat kesadran bagi stiap individu untuk tidak mengenali, menolak, menerima, menyukai atau menuntut terhadapo suatu produk.
            Dari definesi diatas dapat disimpulkan bahwa brand awareness adalah kemampuan seorang calon pelanggan atau konsumen untuk mengenali, menerima, atau mengingat bahwa suatu merk merupakan bagian dari kategori produk tertentu yang menimbulkan daya ingat mereka terhadap merk tersebut.

Azas-azas Promosi Jabatan

5:22:00 AM


Azas-azas Promosi Jabatan
            Azas-azas promosi harus ditetapkan didalam promosi jabatan secara jelas, sehingga pegawai mengetahui, sedangkan bagi perusahaan merupakan pegangan dasar mempromosikan pegawai perusahaannya.   
            Menurut Hasibuan (1997:122) mengemukakan bahwa azas-azas promosi jabatan meliputi :
1.         Kepercayaan :
Promosi hendaknya berazaskan pada kepercayaan atau keyakinan mengenai kejujuran, kemampuan dan kecakapan pegawai yang bersangkutan dalam melaksanakan tugas-tugas dengan baik pada jabatan tersebut. Pegawai tersebut akan dipromosikan, jika menunjukan kejujuran, kemampuan dan kecakapannya dalam memangku jabatan tersebut.
2.         Keadilan :
Promosi jabatan hendaknya berazaskan kepada keadilan, mempunyai penilaian kejujuran, kemempuan dan kecakapan terhadap semua pegawai. Penilaian harus jujur dan obyektif serta jangan pilih kasih. Pegawai yang mempunyai peringkat baik hendaknya mendapat kesempatan pertama untuk dipromosikan tanpa melihat suku, golongan dan keturunannya. Promosi yang berazaskan keadilan akan menjadi alat motivasi bagi pegawai untuk meningkatkan prestasinya.
3.                  Formasi :
Promosi harus berazaskan kepada formasi yang ada karena promosi jabatan hanya mungkin dilakukan jika ada promosi jabatan yang lowong.

Powered by Blogger.