Featured

Peningkatan Produktivitas Kerja

9:47:00 AM


Peningkatan Produktivitas Kerja
    Muchdarsyah Sinungan mengemukakan bahwa area potensial tertinggi dalam peningkatan produktivitas adalah dengan mengurangi jam kerja yang tidak efektif, yang terdiri dari:

1.         Struktur Waktu Kerja
Analisa dan studi yang berhati-hati terhadap semua komponen-komponen dan penggunaan waktu yang tidak efektif menyebabkan manajemen dan pengawasan mampu mengurangi sebab-sebab utama dari kerugian waktu serta membantu merencanakan teknik-teknik peningkatan produktivitas bagi kepentingan individu maupun kelompok pelaksanaan.
2.         Peningkatan efektivitas dari waktu kerja
Kesempatan utama dalam meningkatkan produktivitas manusia terletak pada kemampuan individu, sikap individu dalam bekeja serta manajemen maupun organisasi kerja.
3.         Insentif (Perangsang)
Pengharagaan serta penggunaan motivator yang tepat akan menimbulkan suasana konduktif atau berakibat pada produktivitas yang lebih tinggi. Semua itu mencakup sistem pemberian insentif dan usaha-usaha menambah kepuasan kerja melalui saran yang beraneka macam.
Jenis-jenis insentif yang dapat diberikan ialah:
a.          Tingkat upah tetap per hari
Upah tetap harian ditentukan menurut jam-jam kerja biasa per hari untuk setiap tugas dengan menggunakan teknik evaluasi kerja. Tingkat-tingkat upah ini dibayarkan menurut kehadiran kerja normal disertai premi untuk kerja lembur maupun pekejaan pengganti.
b.         Rencana pembayaran premi
Sering digunakan sebagai sarana memacu pekerja dalam mencapai standar pelaksanaan yang diinginkan. Pembayarannya dihitung bulanan berdasarkan hasil kerja harian yang diukur.
c.          Pemberian system merit
Serangkaian faktor-faktor diseleksi untuk mencakup tingkah laku yang diinginkan dari sekelompok pekerja. Tingkatan masalah bagi setiap faktor ditentukan dan standarisasi ditentukan menurut tingkatan yang bermacam-macam untuk mengarahkan penilaian. Secara periodik para pekerja dinilai dengan hasil skor secara keseluruhan yang digunakan untuk menentukan tingkat pembayaran diatas upah dasar mereka.
d.         Rencana andil produktivitas
Prinsip utama rencana ini adalah porsi penghasilan tertentu seperti nilai tambah dapatlah dialokasikan sebagai suatu hak untuk upah dan gaji. Tujuan utama andil produktivitas ialah mengikutsertakan semua tenaga kerja pada gerakan peningkatan produktivitas.
e.          Pembayaran Berdasarkan Hasil
Pola ini menentukan target pekerja dengan menentukan pembayaran setiap satuan kerja dengan memberikan insentif berupa pembayaran tambahan atas pekerjaan tambahan beserta kesempatan memberikan perhatian betapa pentingnya pekerjaan mereka.
f.          Insentif Kelompok
Bahwa setiap anggota mengetahui isi perjanjian, memahami peranan perorangannya serta tanggungjawab terhadap kesuksesan tersebut serta merasakan hubungan langsung antara hasil kerja dan upah-upahnya.
g.         Kepuasan Kerja
Penataan kembali kerja dapat mempertinggi isi tugas kerja agar meningkatkan kemampuan, minat serta jangka waktu, lingkup tanggungjawab dan juga mengurangi keputusasaan dan kejenuhan.
(2005;63).

Pengertian Manajemen

5:01:00 AM


   Pengertian Manajemen
Manajemen berperan dalam mengkombinasikan faktor-faktor produksi. Proses manajemen terdiri dari kegiatan-kegiatan utama yang disebut dengan fungsi-fungsi manajemen. Fungsi-fungsi manajemen yang dimaksud adalah fungsi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan kepegawaian, pengarahan, dan pengawasan atau pengendalian.
Manajemen adalah proses kegiatan yang terdiri dari fungsi-fungsi manajemen untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya melalui orang lain.    
Manajemen hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Manajemen yang baik akan memudahkan terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Dengan manajemen daya guna dan hasil guna unsur-unsur manajemen akan dapat ditingkatkan.
Terdapat banyak definisi atau pengertian mengenai manajemen seperti yang ditulis oleh beberapa ahli manajemen, dimana di dalamnya memberikan rincian yang berbeda, tetapi pada dasarnya memiliki kesimpulan yang serupa.
Menurut Stoner dan Freeman (1993;4) mengatakan: 
“Management is the process of planning, organizing, leading, and controlling the work of organization members and using all available organizational resources to reach stated organizational goals”.

Artinya:
            Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian atas usaha-usaha dari anggota-anggota organisasi dan penggunaan sumber daya lainnya yang ada di dalam organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
          Menurut Hasibuan (1994;10) mengatakan bahwa:
          “Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.
Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah proses yang aktivitasnya saling berkaitan, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan dengan memperhatikan sumber daya yang ada. 

Sasaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja

8:41:00 AM


    Sasaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja
                Sasaran yang hendak dicapai dalam keselamatan dan kesehatan kerja adalah:
1.         Tumbuhnya motivasi untuk bekerjasama.
2.         Terciptanya kondisi kerja yang tertib, aman, dan menyenangkan.
3.         Mengurangi kecelakaan di lingkungan kantor
4.         Tumbuhnya kesadaran akan pentingnya makna keselamatan kerja di lingkungan kantor.
5.         Meningkatkan produktivitas kerja.
       (Sedarmayanti, 1996;110).

Suma’mur dalam bukunya “Manajemen Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan”, mengemukakan sasaran-sasaran keselamatan kerja adalah tempat kerja, sebagai berikut:
1.         Dibuat, dicoba, dipakai atau dipergunakan mesin, pesawat, alat, perkakas, peralatan atau instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan, kebakaran atau peledakan.
2.         Dibuat, diolah, dipakai, dipergunakan, diperdagangkan, diangkut atau disimpan bahan atau barang yang dapat meledak, mudah terbakar, mengigit, beracun, menimbulkan infeksi, bersuhu tinggi.
3.         Dikerjakan pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan atau pembongkaran rumah, gedung atau bangunan lainnya termasuk bangunan pengairan, saluran atau terowongan dibawah tanah dan sebagainya atau dilakukan pekerjaan persiapan.
4.         Dilakukan usaha pertanian, perkebunan, pembukaan hutan, pengerjaan hutan, pengolahan kayu atau hasil hutan lainnya, peternakan, perikanan, dan lapangan kesehatan.
5.         Dilakukan usaha pertambangan dan pengolahan emas, perak, logam, atau bijih logam lainnya, batu-batuan, gas, minyak atau mineral lainnya, baik dipermukaan atau didalam bumi, maupun didasar perairan.
6.         Dilakukan pengangkutan barang, binatang atau manusia, baik di daratan, melalui terowongan, di permukaan air, dalam air, maupun udara.
7.         Dikerjakan bongkar muat barang muatan di kapal, perahu, dermaga, dok, stasiun atau gudang.
8.         Dilakukan penyelaman, pengambilan benda dan pekerjan lain didalam air.
9.         Dilakukan pekerjaan dibawah tekanan udara atau suhu yang tinggi atau rendah.
10.     Dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah, kejatuhan, terkena pelantingan benda, terjatuh atau terperosok, hanyut atau terpelanting.
11.     Dilakukan pekerjaan dalam tangki, sumur atau lobang.
12.     Terdapat atau menyebar suhu, kelembaban, debu, kotoran, api, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara atau getaran.
13.     Dilakukan pembuangan atau pemusnahan sampah atau limbah.
14.     Dilakukan pendidikan atau pembinaan, percobaan, penyelidikan atau riset (penelitian) yang menggunakan alat teknis.
15.     Dibangkitkan, diubah, dikumpulkan, disimpan, dibagi-bagikan atau disalurkan listrik, gas, minyak atau air.
16.     Dilakukan pekerjaan-pekerjaan lain yang berbahaya.
       (1987;3).

Pengertian Produktivitas Kerja

5:10:00 AM


Pengertian Produktivitas Kerja
     Organisasi atau perusahaan didalam menjalankan aktivitas usahanya dituntut untuk selalu meningkatkan kemampuannya melalui penggunaan sumber-sumber daya yang ada dengan semaksimal mungkin (efisien) sehingga mampu menghasilkan suatu hasil produksi yang optimal (efektif). Produksi optimal menunjuk pada peningkatan produktivitas kerja yang tinggi. Seperti yang dikemukakan oleh Simanjuntak dalam bukunya “Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia”, memberikan pengertian bahwa “Produktivitas adalah perbandingan antara hasil yang dicapai (keluaran) dengan keseluruhan sumber daya (masukan) yang dipergunakan persatuan waktu”. (1992;30).
     Produktivitas pada dasarnya mencakup sikap mental yang mempunyai pandangan tentang hari depan secara optimis, bahwa mutu kehidupan hari ini adalah lebih baik dari hari kemarin dan esok adalah lebih baik dari hari ini. Beberapa pengertian mengenai produktivitas seperti yang diungkapkan oleh para ahli ialah:
     “Produktivitas mencakup dua konsep dasar yaitu daya guna (efisiensi) dan hasil guna (efektivitas). Daya guna menggambarkan tingkat sumber-sumber manusia, dana dan alam yang diperlukan untuk mengusahakan hasil tertentu, sedang hasil guna menggambarkan akibat dan kualitas dari hasil yang diusahakan”. (Syarif, 1991;1).

Sedangkan menurut pendapat J. Ravianto dalam bukunya “Produktivitas dan Tenaga Kerja”, memberikan definisi:
“Produktivitas kerja pegawai merupakan daya kemampuan baik tenaga maupun pikiran seseorang dalam suatu organisasi untuk menghasilkan suatu hasil dengan menggunakan cara-cara (waktu, bahan, tenaga) tertentu dimana hasil yang tersebut mempunyai perbandingan yang terbalik dengan nilai pengorbanannya”. (1986;132).

Bambang Kusriyanto dalam bukunya “Meningkatkan Produkivitas Pegawai”, mengemukakan bahwa, “Produktivitas merupakan rasio antara hasil kegiatan (keluaran) dan segala pengorbanan atau biaya untuk mewujudkan hasil tersebut (input)”. (1990;1).
Selanjutnya menurut Nawawi, “Produktivitas adalah perbandingan terbalik antara hasil yang diperoleh dengan jumlah yang dipergunakan. Produktivitas dikatakan tinggi jika yang akan diperoleh lebih besar dari sumber kerja yang digunakan”. (1991;98).
Dalam bukunya, “Produktivitas; Apa dan Bagaimana”, Muchdarsyah Sinungan, memberikan pengertian mengenai produktivitas adalah sebagai berikut:
“Produktivitas adalah suatu pendekatan interdisipliner untuk menentukan tujuan yang efektif, pembuatan rencana, aplikasi penggunaan cara yang produktivitas untuk menggunakan sumber-sumber secara efisien, dan tetap menjaga adanya kualitas yang tinggi. Produktivitas mengikutsertakan pendayagunaan secara terpadu sumber daya manusia dan keterampilan, barang, modal, teknologi, manajemen, informasi, energi, dan sumber-sumber lain menuju kepada pengembangan dan peningkatan standar hidup untuk seluruh masyarakat, melalui produktivitas total”. (2005;17).

Dengan mengaju pada beberapa pendapat dari para ahli yang telah diuraikan diatas, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa produktivitas merupakan pelaksanaan dari penerapan dan penggunaan sumber-sumber daya yang tersedia baik tenaga kerja maupun modal yang dikombinasikan dengan kebijakan serta dukungan dari suatu manajemen yang ada didalam perusahaan secara tepat untuk menghasilkan suatu hasil yang diinginkan dan yang memiliki nilai guna yang tinggi dalam pencapaian tujuan yang telah direncanakan.

Indikator Produktivitas Kerja

10:42:00 AM

Indikator Produktivitas Kerja
    William B. Wether dan Keith Davis dalam bukunya “Human Resources and Personnel management”, mengemukakan bahwa aspek produktivitas adalah efektivitas dan efisiensi. Kedua aspek inilah yang kemudian dapat dijadikan sebagai dimensi variabel dari produktivitas kerja, dengan indikator-indikator sebagai berikut:
1.     Efektivitas
Efektivitas berkaitan dengan suatu kenyataan apakah hasil-hasil yang diharapkan atau tingkat keluaran itu dapat dicapai ataukah tidak. Pengukuran efektivitas dapat dilihat dari indikator-indikator:
a.            Jumlah hasil kerja
b.           Kualitas hasil kerja
c.            Kemampuan menyelesaikan pekerjaan

2.     Efisiensi
Efisiensi berkaitan dengan seberapa baik berbagai masukan itu dikombinasikan atau bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan. Ini merupakan suatu kemampuan untuk bagaimana mendapatkan hasil yang lebih banyak dari jumlah masukan yang paling minimum. Pengukuran efisiensi dapat dilihat dari indikator-indikator:
a.            Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan
b.           Jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan (1992;124)

Powered by Blogger.