Featured

Teori-teori Motivasi Kerja

4:54:00 AM


Teori-teori Motivasi Kerja
1.    Teori Kebutuhan
Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara suatu kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Apabila kebutuhan karyawan tidak terpenuhi maka karyawan tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa. Sebaliknya jika kebutuhannya terpenuhi maka karyawan tersebut akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puasnya. Kebutuhan merupakan fundamen yang mendasari perilaku pegawai. Kita tidak mungkin memahami perilaku pegawai tanpa mengerti kebutuhannya.
Abraham Maslow mengemukakan hierarki kebutuhan manusia sebagai berikut :
a.    Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan untuk makan, minum, perlindungan fisik, bernafas, dan seksual. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat terendah atau disebut pula sebagai kebutuhan yang paling dasar.
b.    Kebutuhan rasa aman, yaitu kebutuhan akan perlindungan dari ancaman, bahaya, pertentangan, dan lingkungan hidup.
c.    Kebutuhan untuk merasa memiliki, yaitu kebutuhan untuk diterima oleh kelompok, berafiliasi, berinteraksi, dan kebutuhan untuk mencintai serta dicintai.
d.    Kebutuhan akan harga diri, yaitu kebutuhan untuk dihormati dan dihargai oleh orang lain.
e.    Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri, yaitu kebutuhan untuk menggunakan kemampuan, skill, potensi dan kebutuhan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide-ide serta memberi penilaian dan kritik terhadap sesuatu.




 
 selanjutnya Abraham Maslow mengemukakan bahwa orang dewasa secara normal memuaskan kira-kira 85 persen kebutuhan fisiologis, 70 persen kebutuhan rasa aman, 50 persen kebutuhan untuk memiliki dan mencintai, 40 persen kebutuhan harga diri, dan hanya 10 persen dari kebutuhan aktualisasi diri.
Dalam studi motivasi lainnya, David McClelland (1961) mengemukakan adanya tiga macam kebutuhan manusia, yaitu :
a.    Need for Achievement, yaitu kebutuhan untuk berprestasi yang merupakan refleksi dari dorongan akan tanggung jawab untuk pemecahan masalah.
b.    Need for Affiliation, yaitu kebutuhan untuk berafiliasi yang merupakan dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain, berada bersama orang lain, tidak mau melakukan sesuatu yang merugikan orang lain.
c.    Need for Power, yaitu kebutuhan untuk kekuasaan yang merupakan refleksi dari dorongan untuk mencapai otoritas untuk memiliki pengaruh terhadap orang lain.
 2.    Teori ERG (Existence, Relatedness, Growth) dari Alderfer
Teori ERG merupakan refleksi dari nama tiga dasar kebutuhan, yaitu :
a.     Existence needs, yaitu kebutuhan yang berhubungan dengan fisik dari eksistensi karyawan, seperti makan, minum, pakaian, bernafas, gaji, dan keamanan kondisi kerja.
b.     Relatedness needs, yaitu kebutuhan interpersonal yang berupa kepuasan dalam berinteraksi di lingkungan kerja.
c.     Growth needs, yaitu kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. Hal ini berhubungan dengan kemampuan dan kecakapan karyawan.
3.    Teori Insting
Teori motivasi insting timbul berdasarkan teori evolusi Charles Darwin yang berpendapat bahwa tindakan intelligent merupakan refleks dan instingtif yang diwariskan. Oleh karena itu tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dikontrol oleh pikiran. Selanjutnya teori insting berkembang dan disusunlah daftar insting oleh McDougall yang berhubungan dengan semua tingkah laku seperti: rasa ingin tahu, kesukaan berkelahi, rasa rendah diri, berkelompok, ketamakan, membangun, dan lain-lain.
4.    Teori Drive
Dalam konsep ini motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan yang membangkitkan untuk keluar dari ketidakseimbangan atau tekanan. Maksudnya bahwa motivasi seorang karyawan sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan serta pengalaman belajar sebelumnya.
5.    Teori Lapangan
Teori lapangan lebih memfokuskan pada pikiran nyata seorang karyawan dan menyatakan bahwa perilaku itu merupakan fungsi dari seorang karyawan dengan lingkungannya.
Teori-teori Motivasi Kerja  
Teori-teori Motivasi Kerja 
Teori-teori Motivasi Kerja 
Teori-teori Motivasi Kerja 
Teori-teori Motivasi Kerja v
Teori-teori Motivasi Kerja 
Teori-teori Motivasi Kerja       

Pengertian Motivasi Kerja

4:51:00 AM


Pengertian Motivasi Kerja
            Untuk mempermudah pemahaman mengenai motivasi kerja, berikut pernyataan para ahli mengenai pengertian motif, motivasi, dan motivasi kerja.
S.P Hasibuan (2002;143) mendefinisikan :
“Motivasi adalah dorongan kerja yang timbul pada diri seseorang untuk berprilaku dalam mencapi tujuan yang telah ditentukan”.
           
Motivasi didefinisikan oleh G.R.Terry (2002;145) sebagai berikut :
“Motivasi adalah keinginan yang terdapat pada diri seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan”.

            Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa motif merupakan suatu dorongan kebutuhan dalam diri karyawan atau pegawai yang perlu dipenuhi agar karyawan tersebut dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, sedangkan motivasi adalah kondisi yang menggerakkan pegawai agar mampu mencapai tujuan dari motifnya.
            Motivasi dapat dikatakan pula sebagai energi untuk membangkitkan dorongan dalam diri (drive arousal).  bilamana suatu kebutuhan tidak terpuaskan maka timbul drive dan aktivitas individu untuk merespon perangsang (incentive) dalam tujuan yang diinginkan. Pencapaian tujuan akan menjadikan individu merasa puas. 

Pengertian Motivasi Kerja
Pengertian Motivasi Kerja
Pengertian Motivasi Kerja
Pengertian Motivasi Kerja
Pengertian Motivasi Kerja
Pengertian Motivasi Kerja
Pengertian Motivasi Kerja
Pengertian Motivasi Kerja
Pengertian Motivasi Kerja
Pengertian Motivasi Kerja         

Saham

4:49:00 AM


Saham.
            Adalah bukti kepemilikan dalam suatu perusahaan, dengan kata lain pemilik saham adalah pemilik sebagian perusahaan, definisi saham adalah sebagai berikut:
            Kepemilikan suatu perseroan yang diwakili dengan saham, yang merupakan tagihan atas penghasilan dan aktiva perusahaan.”
            Menurut BEJ, saham adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan yang berbentuk PT (atau biasa yang disebut emiten) yang menyatakan bahwa pemilik saham tersebut adalah juga pemilik sebagian dari perusahaan itu. Dengan demikian jika investor membeli saham maka ia pun menjadi pemilik perusahaan sebesar lembar saham yang dimiliki.
            Sehubungan dengan jenis saham yang diterbitkan oleh perusahaan, bahwa  jenis-jenis saham tersebut antara lain:
1.      Saham Biasa (Common Stock).
Saham biasa adalah saham yang tidak mempunyai hak istimewa, hak-hak yang dimiliki oleh pemegang saham biasa antara lain:
a.       Kepada pemegang saham biasa diberikan hak untuk memperoleh dividen sepanjang perseroan memperoleh keuntungan.
b.      Hak suara pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai dengan jumlah saham yang dimilkinya (one share one vote).
c.       Pada likuidasi perusahaan, mempunyai hak untuk memperoleh sebagian dari kejayaan perusahaan setelah semua kewajiban dilunasi.

2.      Saham Preferen (Preferred Stock).
Saham preferen adalah saham yang diberikan hak untuk mendapat dividen terlebih dahulu dari saham biasa, hak-hak istimewa yang dimiliki saham preferen antara lain:
a.       Hak untuk mempengaruhi manajemen perseroan, misalnya mempunyai preferensi untuk mengajukan usul pencalonan pengurus.
b.      Pembayaran maksimum sebesar nilai  nominal saham setelah para kreditur apabila perusahaan dilikuidasi.
c.       Kemungkinan memperoleh penghasilan tambahan dalam pembagian laba perusahaan, disamping penghasilan tetap yang dijamin kontinyuitasnya.      


Saham
Saham
Saham
Saham
Saham
Saham
Saham
Saham
Saham        
Powered by Blogger.